Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

Daging Ilegal Sapi-Babi Hasil Tangkapan Polda Kepri 'Jalan-jalan' Dulu, Akhirnya Masuk Pabrik Sosis di Batam!

GEOKEPRI
Rabu, 28 Januari 2026, Januari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T04:38:22Z
Foto hasil tangkapan Anggota Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri keliling di wilayah sagulung.


BATAM – Sebuah kejanggalan terungkap dalam penyitaan puluhan ton daging ilegal di Batam. Daging sapi, babi, dan ayam yang seharusnya diamankan di Polda Kepri, justru terlihat 'berjalan-jalan' di Kota Batam sebelum akhirnya masuk ke sebuah pabrik sosis.


Kronologinya bermula dari penyitaan muatan kapal kayu di Pelabuhan Beton Sekupang. Daging-daging dalam kotak bermerek dagang tertentu itu kemudian dimuat ke kontainer pendingin untuk diamankan. Namun, alih-alih dibawa ke Polda, satu unit kontainer bermerek "K" LINE dengan mobil kontainer pengangkut bernomor polisi TRD 9654 U diam-diam keluar dari pelabuhan dini hari, Selasa (27/1/2026).


Tim media yang memantau kejadian ini pun penasaran. Keterangan dari petugas Karantina yang di dapatkan  yang berada pada lokasi, barang bukti akan dibawa ke Polda. Kenyataannya, mobil Koutaner itu malah melaju ke arah Sagulung.


“Awalnya saya mau pulang, tapi lihat truk malah ke Batu Aji, bukan ke Polda. Saya ikuti,” ujar seorang awak media yang membuntuti mobil Koutaner tersebut.


Menurut pengakuannya, sopir truk tampak menyadari sedang diikuti. Mobil Koutaner itu pun berputar-putar di daerah Sagulung, seolah berusaha mengelabui. Ia sempat masuk ke jalan kecil di dekat Pelabuhan Tikus, Kampung Tua, sebelum akhirnya keluar lagi dan memasuki kawasan industri di Pelabuhan Sagulung. Tujuannya: PT MAP, sebuah perusahaan yang memproduksi sosis.


Respons Perusahaan yang Menghindar


Menanggapi hal ini, pihak PT MAP terkesan tutup mulut dan menghindar. Saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp sekitar pukul 09.19 WIB, seorang perwakilan mengaku tidak tahu menahu.


“Ada apa pak, saya cek dulu. Bapak bilang gitu, saya baru tau,” katanya.


Konfirmasi lanjutan satu jam kemudian dijawab dengan alasan sedang rapat. Pada pukul 10.08 WIB, alasan berubah: sedang bertemu dengan orang bank. Hingga pukul 12.09 WIB, jawaban yang diberikan tetap sama: belum bisa memberikan keterangan karena masih ada tamu.


Keberadaan puluhan ton daging ilegal—yang asal-usul dan kesehatannya dipertanyakan—di sebuah pabrik sosis menimbulkan tanda tanya besar. Kemana akhirnya barang bukti tersebut? Apakah benar-benar diamankan atau justru ‘dialihkan’? Publik menunggu klarifikasi resmi dan transparansi dari pihak berwenang terkait nasib daging ilegal yang sempat ‘hilang’ tersebut. (Tim)




Iklan